Industri perunggasan, khususnya produk ayam ras, memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dan pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia. Meski memiliki potensi besar, ekspor produk ayam ras Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait pemenuhan persyaratan sanitasi internasional akibat status Avian Influenza (AI).
Menanggapi kondisi tersebut, Andri Hanindyo Wibowo, mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada (UGM), melakukan penelitian untuk menganalisis keunggulan komparatif, daya saing, serta merumuskan strategi peningkatan ekspor produk ayam ras Indonesia. Penelitian ini dipaparkan dalam ujian disertasi tertutup yang diselenggarakan di Fakultas Peternakan UGM.
Penelitian Andri menggunakan data ekspor ayam ras Indonesia periode 2014–2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan, dan UN Comtrade. Analisis dilakukan menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), X-Model Potential Export, dan Market Share Index (MSI), serta didukung data primer dari wawancara dengan pelaku industri dan pemangku kepentingan terkait.
Selama proses penelitian, Andri dibimbing oleh Prof. Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. selaku promotor dan Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. selaku ko-promotor. Ujian disertasi tersebut dipimpin oleh Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Ujian berlangsung selama 120 menit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor produk ayam ras Indonesia memiliki tren meningkat dan telah menjangkau 39 negara dengan total nilai ekspor sebesar USD 22,75 juta, dengan kontribusi terbesar berasal dari komoditas ayam hidup. Berdasarkan hasil analisis, produk ayam ras Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan daya saing di sejumlah pasar internasional. Melalui ujian disertasi tertutup tersebut, Andri Hanindyo Wibowo dinyatakan lulus dengan perbaikan dan ditetapkan sebagai kandidat doktor.