Nur Hidayah, Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan UGM, bimbingan Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., Ir. Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., IPM ASEAN Eng, dan Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM ASEAN Eng. telah menyelesaikan program SUIJI-JP-DC (Six-University Initiative Japan Indonesia Joint Program for Doctoral Students) di Ehime University Japan. Program SUIJI ini merupakan konsorsium dari tiga universitas yang ada di Indonesia (Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Hasanudin) dan tiga universitas di kepulauan Shikoku Jepang (Ehime, Kagawa, dan Kochi University) dengan beasiswa JASSO (Student Services Organization) Jepang.
Nur Hidayah mengerjakan riset terkait effects of novel biopolymers derived from silkworm cocoon on animal heat stress pada level transkriptomik di bawah bimbingan Prof. Takeshi Miura. Nur Hidayah melakukan riset tersebut di laboratorium Fish Reproductive Physiology and Insect for Feed, Mayor of Science and Technology for Biological Resources and Environment, Graduate School of Agriculture, Ehime University. Selain mengerjakan riset, dalam program SUIJI tersebut, Nur Hidayah berkesempatan mengikuti beberapa mata kuliah, seminar, serta menghadiri ujian disertasi mahasiswa doktoral Ehime University.
Nur Hidayah juga berkesempatan berpartisipasi dalam seminar internasional, The 14th Japan-Korea-China Joint Symposium on Rumen Metabolism and Physiology 2025, di Obihiro, Hokkaido, Japan. Nur Hidayah mempresentasikan risetnya yang merupakan bagian dari Disertasinya dengan judul “Potential tropical seaweed to decrease ruminant methane emissions (in vitro study)”.

Nur Hidayah mengatakan bahwa dengan berkesempatan mengikuti program SUIJI ini ia dapat merasakan suasana akademik yang sangat disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada penelitian. Ia juga belajar mengenai pentingnya manajemen waktu, ketelitian penelitian, pembelajaran mandiri, serta bagaimana bekerja secara efektif dalam lingkungan multikultural. Bagi Nur Hidayah, interaksi dengan mahasiswa, dosen, dan periset Jepang dan internasional juga meningkatkan keterampilan komunikasi lintas budaya dan memperluas jaringan akademik. Pengalaman-pengalaman ini tidak hanya memperluas perspektif ilmiah tetapi juga memotivasi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian.