Industri babi merupakan salah satu sektor penting dalam penyediaan pangan dan sumber pendapatan masyarakat di Vietnam, terutama di daerah Delta Mekong. Delta Mekong menjadi daerah dengan populasi babi yang cukup besar di Vietnam, namun didominasi peternakan dengan skala kecil dan teknologi rendah, serta menghadapi tekanan persaingan baik pasar domestik maupun internasional. Dari hal tersebut, Nguyen Hoang Qui, mahasiswa Doktor Ilmu Peternakan melakukan kajian daya saing peternakan babi berskala kecil di Delta Mekong, Vietnam guna merumuskan strategi peningkatan kinerja, keberlanjutan, dan kesejahteraan peternak.
Disertasi yang berjudul “The Competitiveness of Small-Scale Swine Farmers in Mekong Delta, Vietnam”, berhasil dipertahankan oleh Qui dalam ujian disertasi tertutup yang dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026. Dalam ujian tersebut, Qui menjelaskan bahwa adopsi inovasi, peningkatan kapasitas, dan kebijakan yang efektif sangat penting untuk memperkuat keberlanjutan dan daya saing peternakan babi berskala kecil di Delta Mekong, Vietnam.
Ujian disertasi dipimpin oleh Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. selaku ketua ujian. Selain itu, dihadiri oleh Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dan Dr. Nguyen Van Vui selaku tim promotor, serta penguji lainnya yaitu Prof. Ir. Fransiskus Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D., IPM. Ujian berlangsung selama 120 menit dan Qui dinyatakan lulus dengan perbaikan.