Industri susu kambing di Provinsi Jawa Timur memiliki potensi pengembangan yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait efisiensi rantai pasok. Permasalahan seperti panjangnya jalur distribusi, ketimpangan nilai ekonomi antar pelaku, serta tingginya risiko operasional menjadi latar belakang Asmaul Khusna, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Peternakan, dalam menyusun disertasi berjudul “Strategi Peningkatan Efisiensi Rantai Pasok Susu Kambing di Provinsi Jawa Timur”.
Melalui penelitiannya, Asmaul Khusna bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi rantai pasok susu kambing serta memetakan peran aktor-aktor rantai pasok pada pola usaha mandiri dan kemitraan. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis tingkat efisiensi pemasaran pada kedua pola tersebut, menilai risiko utama pada setiap saluran distribusi, serta merumuskan strategi peningkatan efisiensi rantai pasok susu kambing yang berkelanjutan.
Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi, Lumajang, dan Malang. Disertasi ini berhasil dipertahankan dalam ujian disertasi tertutup yang diselenggarakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini melibatkan 173 peternak sebagai responden survei serta 22 responden pakar yang berperan dalam penentuan prioritas strategi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Selama proses penelitian, Asmaul Khusna dibimbing oleh Prof. Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. selaku promotor, serta Prof. Dr. Tri Anggraeni Kusumastuti, S.P., M.P., IPM. dan Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. sebagai ko-promotor.

Ujian disertasi berlangsung selama kurang lebih 180 menit dan dipimpin oleh Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. selaku ketua sidang. Dalam pemaparannya, Asmaul Khusna menjelaskan bahwa struktur rantai pasok susu kambing di Jawa Timur terdiri atas empat saluran distribusi, yaitu: (1) peternak–konsumen; (2) peternak–pengepul besar–usaha pengolahan susu–distributor–konsumen; (3) peternak–pengepul kecil–pengepul besar–usaha pengolahan susu–distributor–konsumen; serta (4) peternak–usaha pengolahan susu–distributor–konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa peningkatan efisiensi rantai pasok susu kambing di Provinsi Jawa Timur dapat dicapai melalui sinergi inovasi digital, penguatan kelembagaan kemitraan, serta peningkatan kapasitas peternak. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengembangan industri susu kambing yang lebih efisien dan berkelanjutan.