Ayu Rahayu berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kajian Existing Breeding, Produksi, dan Potensi Genetik Itik Magelang”. Penelitian ini mengkaji kondisi pemuliaan itik Magelang yang diterapkan di tingkat peternak serta potensinya sebagai sumber bibit unggul nasional.
Penelitian disertasi ini bertujuan untuk membandingkan praktik existing breeding di masyarakat dengan standar Good Breeding Practices (GBP), sekaligus menilai kelayakan wilayah Magelang sebagai daerah sumber bibit itik. Selain itu, kajian juga mencakup analisis produksi melalui pendekatan morfologi sifat kuantitatif dan korelasi antar sifat, serta analisis potensi genetik melalui pendekatan molekuler.
Pendekatan molekuler dilakukan menggunakan penanda DNA gen cytochrome b (cyt b) untuk melihat jarak genetik dan hubungan filogenetik, serta gen prolaktin (PRL) dan growth hormone (GH) untuk menganalisis frekuensi alel, genotipe, heterozigositas, keseimbangan Hardy–Weinberg, dan haplotype. Penelitian ini juga mengkaji asosiasi gen PRL dan GH terhadap produksi telur dan pertumbuhan itik Magelang.
Dalam pelaksanaannya, Ayu Rahayu dibimbing oleh tim promotor yang terdiri atas Prof. Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. selaku promotor, serta Prof. Ir. Tety Hartatik, S.Pt., Ph.D., IPM. dan Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P. sebagai ko-promotor.
Ujian disertasi dilaksanakan secara tertutup pada Senin, 12 Januari 2026, dan dipimpin oleh Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku ketua sidang. Ujian berlangsung selama kurang lebih 180 menit dan berjalan dengan lancar.

Dalam pemaparannya, Ayu Rahayu menjelaskan bahwa meskipun penerapan sistem pemuliaan di tingkat peternak masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar GBP, itik Magelang memiliki prospek pengembangan yang kuat sebagai sumber bibit. Hal ini didukung oleh keragaman morfologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses seleksi serta hubungan antar sifat yang informatif untuk peningkatan produktivitas.
Lebih lanjut, hasil analisis molekuler menunjukkan bahwa kemurnian genetik itik Magelang masih terjaga, sebagaimana ditunjukkan oleh analisis gen cyt b. Temuan ini diperkuat dengan adanya polimorfisme pada gen PRL dan GH yang berasosiasi dengan sifat-sifat ekonomis penting, seperti produksi telur dan pertumbuhan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam perumusan kebijakan pengembangan dan pelestarian itik Magelang sebagai plasma nutfah unggulan daerah.