• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pascasarjana Fakultas Peternakan
  • Home
  • Tentang Kami
    • Pengelola Program Studi Magister
    • Pengelola Program Studi Doktor
  • Magister
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Capaian Pembelajaran Lulusan
    • Kurikulum Reguler By Course
    • Kurikulum Reguler By Research
    • Peraturan Akademik
    • Tahapan Studi Magister
    • SOP Pembimbingan Tesis
  • Doktor
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Capaian Pembelajaran Lulusan
    • Kurikulum Doktor
    • Tahapan Studi Doktor
    • Peraturan Akademik
  • Admisi
    • Kalender Akademik
    • Program Masuk
    • Ragam Seleksi Mahasiswa
    • Pendaftaran
  • Download
  • Beranda
  • Berita
  • KULIAH UMUM “Potensi Sorgum sebagai Tanaman di Lahan dan di Musim Kemarau”

KULIAH UMUM “Potensi Sorgum sebagai Tanaman di Lahan dan di Musim Kemarau”

  • Berita
  • 25 Maret 2021, 08.27
  • Oleh: adm
  • 0

Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) Fapet UGM menyelenggarakan Kuliah Umum “Potensi Sorgum sebagai Tanaman di Lahan dan di Musim Kemarau.” Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 24 Maret 2021 secara daring. Ketua Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Papua, Evi Warintan Saragih, S.Pt., M.Sc., Ph.D., dan Dosen Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan UGM, Dr. Ir. Bambang Suhartanto, DEA., IPU., menjadi pembicara dalam acara tersebut.

Evi Warintan membahas lebih spesifik tentang rumput lokal di Papua, yaitu Sorghum sudanense. “Sorghum sudanense menjadi sumber hijauan pakan lokal di Papua. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, budidaya Sorghum sudanense menggunakan jarak tanam 50 x 30 atau 60 x 60 dengan bahan penanaman pols. Panen rumput dilakukan pada umur 30-45 hari. Hasil penelitian pada pakan ternak, penambahan suplemen (cairan rumen) pada silase rumput sorgum dapat meningkatkan kualitas. Produk rumput tersebut dibuat wafer dan silase,” kata Evi.

Permasalahan pakan ruminansia menjadi pembuka materi yang disampaikan oleh Bambang Suhartanto. Dalam materi tersebut, masalah hijauan pakan ternak di Indonesia terkait dengan ketersediaannya dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu faktor musim. Indonesia merupakan negara tropis dengan dua musim ekstrim yaitu musim hujan dan kemarau. Musim tersebut memengaruhi fluktuasi produksi biomassa tanaman pakan. Produksi biomassa tanaman akan rendah di musim kemarau. Hal ini perlu diperhatikan mengingat biaya pakan yang mahal dan produksi ternak ruminansia juga terbatas dan mahal.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Rilis Berita

  • Nur Hidayah Ikuti SUIJI Joint Program for Doctoral Students di Ehime University Japan
  • Nur Hidayah Lakukan Eksplorasi Potensi Rumput Laut Sebagai Aditif Pakan Dalam Upaya Mitigasi Produksi Metana Enterik Pada Ruminansia
  • Nguyen Thi Anh Thu Teliti Pengaruh Manajemen Biosecurity Terhadap Keberlanjutan Ekonomi Peternakan Babi Berskala Kecil di Delta Mekong, Vietnam
  • Nguyen Hoang Qui Kaji Daya Saing Peternakan Babi di Delta Mekong, Vietnam
  • Meita Puspa Dewi Teliti Ekoefisiensi Input Untuk Tingkatkan Keberlanjutan Peternakan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Sleman Yogyakarta
Universitas Gadjah Mada

Program Pascasarjana

Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No. 3 Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp./ Fax: +62 274 560 867 | Whatsapp: +62 822 9263 8383

Email: pasca.ternak@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY