Ririn Novita, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, telah melaksanakan ujian disertasi dengan judul “Potensi Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) sebagai Antioksidan dalam Preservasi Spermatozoa Sapi Bali”. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan bahan alami lokal sebagai sumber antioksidan untuk meningkatkan kualitas semen beku pada sapi Bali.
Dalam disertasinya, Ririn Novita menjelaskan bahwa penambahan ekstrak daun sungkai ke dalam bahan pengencer semen sapi Bali secara umum memberikan efek positif terhadap sebagian besar parameter kualitas spermatozoa, baik pada kondisi semen cair maupun pasca pencairan (post-thawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 0,15% menghasilkan performa terbaik dan konsisten dalam mempertahankan viabilitas spermatozoa serta menurunkan tingkat abnormalitas.
Selain itu, perlakuan tersebut juga terbukti mampu meningkatkan integritas membran plasma dan integritas akrosom, serta menurunkan tingkat kerusakan DNA spermatozoa. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak daun sungkai berperan dalam menekan stres oksidatif yang muncul selama proses kriopreservasi, sehingga fungsi biologis spermatozoa dapat tetap terjaga.

Selama pelaksanaan penelitian, Ririn Novita dibimbing oleh Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. selaku promotor dan Prof. Dr. Ir. Bambang Suhartanto, DEA., IPU. sebagai ko-promotor. Ujian disertasi dilaksanakan secara tertutup pada Rabu, 14 Januari 2026, dipimpin oleh Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dan berlangsung selama kurang lebih 150 menit.
Melalui penelitian ini, Ririn Novita merekomendasikan perlunya kajian lanjutan secara in vivo untuk mengevaluasi penggunaan straw semen beku yang mengandung ekstrak daun sungkai pada konsentrasi 0,15% terhadap tingkat keberhasilan kebuntingan sapi Bali melalui inseminasi buatan (IB). Kajian lanjutan tersebut dinilai penting untuk menilai potensi aplikasi praktis ekstrak daun sungkai dalam meningkatkan performa reproduksi sapi Bali di tingkat lapangan.