Pita Sudrajad, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kajian Pola Seleksi dan Sistem Produksi Rumpun Serta Galur Sapi Peranakan Ongole di Indonesia Berdasarkan Data Genom”. Penelitian ini berfokus pada pengungkapan keragaman genetik, struktur populasi, pola seleksi, serta sistem produksi pada rumpun dan galur sapi Peranakan Ongole (PO) di Indonesia dengan pendekatan data genom.
Penelitian disertasi yang dilakukan Pita dibimbing oleh Prof. Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. sebagai promotor. Adapun ko-promotor terdiri atas Prof. Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si., IPU., ASEAN Eng. sebagai ko-promotor I dan Prof. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. sebagai ko-promotor II.

Ujian disertasi dilaksanakan secara tertutup pada Senin, 12 Januari 2026, dan dipimpin oleh Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Adapun tim penguji terdiri dari Prof. Ir. Tety Hartatik, S.Pt., Ph.D., IPM., Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, S.U., dan Mifta Pratiwi Rachman, S.Pt., M.Biotech., Ph.D. serta penguji tambahan dari eksternal fakultas yaitu Prof. Dr. agr. Ir. Muhammad Cahyadi, S.Pt., M. Biotech., IPM. dari Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ujian berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam dan berjalan dengan lancar.

Dalam pemaparannya, Pita Sudrajad menjelaskan bahwa hasil identifikasi keragaman genetik dan struktur populasi menunjukkan sapi Sumba Ongole (SO), PO Kebumen, dan Pogasi Agrinak memiliki tingkat keragaman genetik yang tergolong baik. Hal tersebut ditunjukkan melalui nilai heterozigositas serta koefisien inbreeding yang masih berada dalam batas aman untuk pengembangan populasi. Lebih lanjut, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam evaluasi dan perumusan program pengembangan serta kebijakan pemuliaan sapi Peranakan Ongole di Indonesia. Selain itu, studi ini juga berpotensi menghasilkan informasi terkait penanda genetik yang berkaitan dengan sifat fenotip bernilai ekonomi tinggi. Penanda tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alat seleksi dini guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pengembangan sapi Peranakan Ongole nasional.
Pita berhasil menerbitkan 1 publikasi internasional bereputasi (Scopus Q1) pada jurnal Animal Bioscience. Hasil penelitiannya dapat membawa Pita ujian dengan masa studi terhitung 4 tahun 4 bulan. Hasil ujian disertasi tertutup menyatakan bahwa Pita dinyatakan lulus dengan perbaikan dan dapat dinyatakan sebagai kandidat Doktor.